BIDADARI DI PANTAI SELATAN
Minggu pagi tanggal 25 Juli 2010 tepat jam 7.00 Rozi akan pergi untuk refreshing/menenangkan diri ke Pantai di selatan yaitu Pantai Seger. Rozi pergi refreshing karena ia sedang merasakan sakitnya hati yang sangat tidak akan pernah bisa dilupakan sebab 3 (tiga) hari yang lalu ia ditinggal pergi oleh sang kekasih yang paling ia sayangi, kekasihnya pergi meninggalkan dia dengan cara menjadi seorang pendamping laki-laki lain (kawin). Rozi di tinggalkan oleh pacarnya karena ia tidak mempunyai apa-apa alias miskin. Karena hal tersebut Rozipun memutuskan untuk pergi ke Pantai Seger karena disana ia berharap apa yang ia rasakan bisa ia lupakan. Waktu itu Rozi menggunakan sepeda motor bermerek Honda Grand.
Ditengah perjalanan menuju pantai, Rozi melihat temannya sedang mendorong Sepeda Motornya waktu itu motor temannya adalah SUPRA 125. kemudian ia menghampiri temannya itu dan ternyata temannya itu adalah Usman yang sedang kesusahan karena Usman sepeda motornya bocor di sebuah desa yaitu di Desa Sade Kecamatan Pujut. Akhirnya ROzi membantu Usman mencari tempat tembel Ban/Pres Ban. Sesaat menunggu Bannya di tambal Usman dan ROzi berbincang-bincang, cerita-cerita dan canda-canda. Pada waktu itu Usman akan pergi ke Kuta untuk memperbaiki Komputer temannya yang rusak.
Sekitar pukul 08.15 motor tersebut telah selesai di Tambel, sehingga ROzi dan Usman berencana untuk ikut dengan usman memperbaiki Komputer dan setelah selesai mereka akan sama-sama pergi ke pantai untuk refreshing jaga.
Sampainya di rumah temannya Usman yaitu rumahnya Ali kira-kira pukul 08.57 karena Desa Kuta tidak jauh dengan Desa Sade tempat tambel ban tadi tersebut. Namun sayangnya di rumahnya Ali tidak ada orang karena kata tetangganya keluarga Ali pada pergi ke Praya ada keluarga mereka yang sakit di Rumah Sakit Praya. Akhirnya Rozi dan Usman pergi menuju pantai Seger.
Setelah sampai pantai Seger ia duduk-duduk dan ngobrol sambil minum es kelapa muda yang di beli Rozi. Karena waktu itu Rozi masih memikirkan pacarnya yang sudah kawin akhirnya ia mengajak Usman untuk mandi di pantai. Sekitar 30 menit mandi di pantai kemudian Usman di telpon oleh Ali untuk memperbaiki komputernya dan akhirnya Usman pun balik ke rumahnya Ali, tapi Rozi tidak mau ikut karena pengen menyendiri.
Setelah bosan mandi di pantai Rozi pun balik untuk mengambil motonya yang sedang ada di parkiran yang berencana untuk jalan-jalan sendiri, tapi sampainya diparkiran ada seorang cewek yang mengendarai sepeda motor MIO berwarna hitam yang sedang menuju ke parkir tersebut, namun tak disangka cewek tersebut menabrak motornya Rozi sampai jatuh. Karena motornya rozi ditabrak oleh cewek itu, cewek itupun minta maaf yang sebesar-besarnya kepada rozi dan rozi dengan senyumannya yang manis memberi maaf cewek tersebut karena cewek tersebut orangnya cantik dan imut.
Setelah saling bermaafan merekapun kenalan dan nama cewek itu adalah Fatimah biasa disebut Timah ia berasal dari Desa Tumpak Kecamatan Pujut kira-kira 6 KM dari Desa Kuta. Timah bercerita bahwa ia tidak konsen mengendarai sepeda motor karena pikirannya ke cowoknya yang tega meninggalkan ia pergi berpaling ke cewek lain. Mendengar hal tersebut Rozi pun bercerita juga masalah apa yang ia rasakan dan Keduanya merasakan hal yang sama. Tak lama benbincang merekapun saling mengenal lebih jauh, sampai-sampai terjadi canda tawa, dan juga mereka berdua jalan-jalan sambil curhatan di pinggir pantai.
Sekitar pukul 11.30 matahari sudah mulai panas, ROzi dan Timah ingin pulang karena meraka berdua sedikit sudah bisa melupakan hal yang pernah dialami sebelumnya. Dan pukul 12.18 mereka berdua bergegas untuk pulang tapi sebelum meraka pulang mereka tidak lupa takaran nomor HP.. sampai di persimpangan jalan dari merekapun berpisah dan melambaikan tanggannya sebagai tanda perpisahan. Setelah itu Rozipun menghubungi Usman yang berada di Kuta tapi Usman sudah duluan nyampe rumah.
Sampainya di rumah pukul 13.00 WITA rozipun sholat zuhur dan makan siang bersama dengan keluarganya. Tidak lama setelah selesai makan tiba-tiba HP Rozi berbunyi dan ternyata yang menghubunginya adalah Timah kenalanya di Pantai tadi, sehingga Rozipun gembira sebab rozi sudah terlanjur jatuh hati kepada cewek tersebut. Dalam pembicaraan di telpon seperti biasa seorang cowok ngerayu cewek sampai cewek tersebut tidak bisa bicara apa-apa dan pas hari itu Rozipun mengatakan ia jatuh cinta pada Timah, tapi timah tidak bisa menjawabnya saat itu ia meminta untuk menjawab 3 (tiga) hari yang akan datang.
Waktu berlalu……
Sudah tiga hari rozi menunggu jawab dari bidadari yang ia ketemukan di Pantai Selatan yaitu di pantai Seger akhirnya ia menelpon timah, dan dalam pembicaraannya timah mengatakan bahwa ia juga suka sama Rozi. Dan sampai akhirnya mereka pun jadian dan menjadi pasangan yang saling mengerti dan saling mencintai sehingga sakit hati mereka berdua bisa mereka lupakan untuk selama-lamanya.
Created: Idie
AKHIR HIDUP SI SOMBONG
Dulu dikampung saya hiduplah seorang Haji, katakanlah bernama Haji Hamid. Dia orangnya sombong, angkuh, merasa dirinya paling hebat dan suka merendahkan orang lain. Tetapi walaupun dia mempunyai kepribadian yang buruk, Haji Hamid suka menolong orang lain dan ramah kepada semua orang.
Hingga pada suatu hari, Haji Hamid ditumbangkan oleh kesombongannya sendiri. Ketika itu, Haji Hamid gagal mendapatkan pekerjaan di sebuah proyek. Padahal dia sudah yakin akan mendapatkan pekerjaan di proyek tersebut. Namun, ternyata yang mendapatkan proyek itu adalah Hasin, seorang pemuda yang menjadi tetangganya.
Haji Hamid tidak terima dengan kenyataan itu, kemudian ia mendatangi rumah Hasin. Dengan sombongnya Haji Hamid mendatangi rumah Hasin, disana dia mengejek dan merendahkan Hasin sampai dia melempari Hasin dengan batu.
Namun, Hasin pun tidak terima dengan perlakuan Haji Hamid kepadanya, yang sudah merendahkan harga dirinya. Sehingga, keesokan harinya ketiak matahari sudah meninggi, Hasin dan saudaranya mendatangi rumah Haji Hamid.
Hasin dan saudaranya datang ke rumah Haji Hamid membawa senjata tajam, karena kedangan mereka ke sana tidak untuk bertemu melainkan meminta Haji Hamid membayar perbuatannya tersebut yang sudah dia lakukan kepada Hasin.
Setelah sampai di rumah Haji Hamid, Hasin menyuruh Haji Hamid untuk keluar. Mengetahui Hasin kelihatan marah, Haji Hamid beserta anaknya keluar dengan senjata tajam juga. Haji Hamid kemudian keluar dengan sombongnya, kemudian berkata “Mau apa kalian datang kemari” dengan persenjataan lengkap itu. “asal kalian tahu saja, kalian itu masih hijau, walau kalian maju sudah dipastikan aku yang akan menang, ha…ha…ha…” dengan sombongnya.
Namun, sayang beribu sayang, setelah kata-kata yang dilantunkan Haji Hamid selesai, kemudian Hasin langsung menusuk hati Haji Hamid. Kemudiah Haji Hamid terjatuh sambil bersimbah darah dengan mata melotot dan wajah ternganga.
Kemudian, anak-anaknya menyerbu Haji Hamid dengan isak tangis, karena mereka tidak menyangka ayah mereka mati sampai secepat itu dan di depan mata mereka sendiri. Setelah Haji Hamid sudah tidak bernyawa lagi, Hasin beserta saudaranya pun pulang. Namun, sebelum pergi Hasin berkata “Inilah akhir hidup si sombong”.
ROMANTIKA DIPANTAI TANJUNG KARANG
Pukul 16.30. Sore itu tampaknya sinar mentari mulai condong ke Barat, dengan sinarnya yang indah mentari pun menggoda hasrat hatiku untuk menikmati sinarnya di pinggir pantai. Dengan rasa tertariknya perasaanku, tanpa aku sadari jari-jemariku menulis sms teruntuk kekasih hatiku tuk mengajak dirinya menikmati keindahan pantai Tanjung Karang yang diwarnai oleh sinar sang raja terang.
Tak terasa setengah jam berlalu dan aku pun langsung menghampiri ia ke rumahnya yang tak jauh dari rumahku dan kami pun berangkat ke pantai tersebut. Saking asyiknya kami bercanda di dalam perjalanan menuju pantai yang kami tuju, Pantai Tanjung Karang pun sudah di depan mata. Anginpun dengan lembutnya membelai rambutku seakan-akan ku bayangkan kalau itu adalah angin yang berhembus dari surga.
“ yang.... coba lihat burung itu, betapa asyiknya mereka saling kejar-mengejar di angkasa seakan-akan tiada bean di hati mereka” ucapku kepada pacarku.
“ seandainya aku dan kamu punya sayap, aku akan mengajakmu terbang mengelilingi laut luas ini.
“Emangnya kamu bisa?” tanya pacarku...........!!
“ya bisalah sayang.....apa sih yang gak bisa buat kamu sayang!”
“coba kamu lihat burung yang manja dengan ombak itu, seandainya kamu mengizinkan aku untuk menangkapnya, sekarang pun aku akan menangkapnya.” ( gombalku kepada pacarku )
ha.....ha.....ha....kakak bisa aja kata-kata kakak itu namanya gombal kak!! Sekarang seandainya kakak adik suruh untuk berenang menuju nelayan yang sedang mancing di tengah laut itu,kakak mau gak............?
aduh sayang.....untuk saat ini kakak lagi kedinginan. Jadi, takut terkena air. Coba kamu bayangkan cuaca soreh ini dingin bangat kan.....
“ nah benarkan kakak takut dengan tantanganku, berarti kata- kata kakak tadi cuman nggombalkan? Ngaku aja deh kak.......”
he.....he.....he.....he......adik bisa aja, tapi suer lain kali pasti kakak akan membuktikannya.
Betapa indahnya pemandangan pantai tanjung karang yang diterangi oleh sinarnya sunset, yang seolah tersenyum melihat kami, tapi aku yakin kalau seyumnya adalah senyum senyum sedih karena sebentar lagi cahayanya yang terang akan digantikan oleh sinar Dewi Malam dan akan meninggalkan kami, aku bisa membayangkan betapa sedihnya si raja terang.
Kelelawar pun mulai tampak di atas kepala kami dengan semangatnya berterbangan untuk mencari nafkah, aku pun bisa melihat muka penyesalan dalam dirinya yang seolah-olah berkata kepada dunia “ kenapa kami diciptakan hanya untuk mencari nafkah pada malam hari?”
“ kak.......coba kakak lihat pohon kelapa itu betapa indahnya, dengan rambutnya yang panjang dan tertiup angi sepoi-sepoi seolah memanggil kita kak.........( ujar pacarku)
“ sayang bisa gak kamu membayangkanbetapa bersyukurnya manusia yang diberikan kesempatan mencari nafkahsiang dan malam, coba kamu lihat kelelawar itu mereka hanya diberikan kesempatan hanya pada malam hari saja....( ucapku )
“ tapi kak....... biarpun demikian manusia tidak pernah bersyukur terhadap atas nikamt yang diberikan......tapi ngomong-ngomong kok kakak tiba-tiba berfikir seperti itu ya..... jangan-jangan ka....kak tidak pernah bersyukur ya....he...he...he....
“ah....kamu bisa aja”
Memang sore itu adalah sore yang sangat romantis bagi kami berdua, ombak pun seolah-olah mengejar kami dan kami pun berlari dari kejaran ombak itu. Dari jauh si ombak seolah memanggil kami dan mengajak tuk berenang bersama dengannya mengarungi lautan luas
“ aduh...............indah banget ya yang pantai ini?
Tak terasa sang raja terang mulai menutup sinarnya menuju perpaduannya, itu pertanda bahwa siang akan menutup diri. Aku dan dia pun segera bergegas pulang untuk meninggalkan pantai yang indah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar