BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada saat sekarang ini, globalisasi sedang gencar-gencarnya masuk kedalam kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Lombok Tengah. Globalisasi ini nantinya akan menimbulkan banyak dampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Menimbngan dari dampak-dampak yang mungkin terjadi yaitu salah satunya dampak negatif adalah hilangnya budaya atau tradisi lisan maupun tulisan yang ada.
Disini kami berniat untuk membuat sebuah Karya Ilmiah yang berjudul “Bahasa Halus” dengan anak judul “Hilangnya Penggunaan Bahasa Halus Dalam Kehidupan Sasak”. Dengan harapan agar semua hal tersebut tidak luntur oleh globalisasi yang tentunya nanti akan berkembang sangat cepat, terutama saat BIL (Bandara Internasional Lombok) telah selesai dibangun dan sudah siap untuk beroperasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh globalisasi pada budaya Sasak salah satunya Bahasa Halus?
2. Bagaimana cara kita menghadapi dampak globalisasi tersebut?
3. Apa solusi dari dampak tersebut agar budaya kita dapat dipelihara dengan baik?
C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Memperjelas dampak globalisasi tersebut.
2. memperjelas cara atau sistem yang sebaiknya kita lakukan dalam menghadapi globalisasi ini.
3. Menjelaskan solusi-solusi yang seharusnya kita pakai dalam upaya melestarikan budaya kita agar terpelihara dengan baik.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian kami ini adalah diantaranya:
1. Bagi masyarakat, penelitian ini dapat menerangkan kepada para masyarakat dalam prihal Bahasa Halus tersebut dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi generasi muda, penelitian ini dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai Bahasa Halus dan para generasi muda dapat mengetahui cara untuk mengulangi dampak negatif globalisasi pada Bahasa Halus tersebut.
3. Bagi pemerintah, penelitian ini dapat dijadikan salah satu daya tarik wisatawan baik Wisatawan Dalam Negeri maupun Wisatawan Luar Negeri / Asing dikarenakan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan pemikiran para wisatawan bahwa wilayah kita adalah wilayah yang bagus.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Ihwal Sederhana Bahasa Halus
Bahasa halus adalah bahasa peninggalan para penghuni pulau Lombok pada zaman dahulu. Menurut seorang ahli sejarah bahasa halus adalah bahasa serapan yang dahulunya berasal dari kerajaan Majapahit lalu masuk ke Pulau Bali dan ketika anak Agung Sakti datang ke pulau Lombok, maka bahasa halus itupun ikut terbawa dan akhirnya diterapkan di pulau Lombok.
Bahasa halus sendiri dulunya digunakan oleh kaum Bangsawan dalam kerajaan atau keraton. Sesuai dengan etimologi dari kedua kata tersebut yaitu Bahasa dan Halus. Bahasa halus berarti perkataan / tuturan yang halus, sopan dan tidak kasar. Bahasa halus ini dulunya adalah bahasa pernghormatan untuk para raja-raja dan segenap isi kerajaan. Bahasa halus juga dipergunakan sebagai lambang perkataan atau lambang tutur yang melambangkan kasih sayang, saling menghormati antar sesama pengguna bahasa halus tersebut.
B. Bahasa Halus Pada Saat Sekarang Ini
Pada saat sekarang ini, penggunaan bahasa halus sudah (tidak banyak digunakan masyarakat lagi). Pada umumnya masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa lain seperti bahasa daerah mereka sendiri. Penggunaan bahasa halus hanya diterapkan oleh sebagian kecil masyarakat, namun bahkan penggunaan bahasa halus telah dicampur dengan menggunakan bahasa lain seperti bahasa Indonesia dan atau bahasa daerah / dialek mereka sendiri.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Penelitian Berlangsung
Penelitian dilangsungkan di lingkungan rumah Bq. Dewi Anjani, rumah Bq. Weny Nurkadiana dan di Sekolah (kelas Bahasa)
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian kami adalah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh objek penelitian.
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan adalah sebagai berikut:
1. Interview
2. Observasi
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Hilangnya Penggunaan Bahasa Halus
Bahasa halus adalah bahasa yang memiliki makna penghormatan bagi si pengguna kepada lawan tuturnya, namun saat sekarang ini kata penghormatan ataupun sebagai simbol kasih sayang tersebut tidak lagi penting untuk dibahas.
Di kalangan pemuda/generasi muda di saat sekarang ini kebanyakan diantara mereka lebih senang / dominan menggunakan bahasa lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah mereka atau bahkan Bahasa Gaul seperti kata “Gue dan Loe” dan mereka bahkan mampu membuat bahasa Pokem (bahasa yang dibuat sendiri dan disepakati bersama oleh anggota /kelompok mereka sendiri.
Semua hal tersebut meambah persentase kemungkinan bahasa halus akan luntur / hilang menjadi tambah besar.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan dan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hilangnya bahasa halus diakibatkan oleh datangnya globalisasi yang membawa hal-hal baru. Hal tersebut yang mengakibatkan penggunaan bahasa halus menjadi jarang dan bisa menimbulkan kelenturan dan terkikisnya bahasa halus tersebut pelan namun pasti.
2. generasi muda yang lebih dominan /suka menggunakan bahasa lain dalam kehidupan sehari-hari dari pada menggunakan bahasa sendiri (bahasa halus).
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Adanya upaya pemerintah daerah untuk membudidayakan bahasa halus seperti dilingkungan pendidikan.
2. Masyarakat dapat mengaplikasikan bahasa halus tersebut sebagai bahasa sehari-hari di dalam kehidupan sehari-hari.
3. Generasi muda seharusnya menanamkan pada diri mereka bahwa memiliki budaya yang seharusnya lebih penting untuk mereka lestarikan daripada melestarikan budaya orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
· Rahman. Guru Sejarah SMA Negeri 2 Praya
· Bq. Weny Nurladiana
· Satriawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar